William’s Blog

Under Construction :)

Procurement analysis pada PT. Primajaya Eratama

PT. Primajaya Eratama bergerak di bidang manufaktur plastik, menyediakan berbagai macam produk plastik yang diproduksi berdasarkan order dari customer (customized). contoh-contoh produknya adalah : kemasan tissue passeo, kemasan roti Holland Bakery, kemasan Kacang Dua Kelinci.

bahan baku dari PT. Primajaya Eratama adalah berbagai macam jenis biji plastik. Biasanya didapat melalui pembelian dari supplier-supplier ataupun pengolahan ulang dari plastik yang gagal produksi.

Procurement yang sekarang ini berjalan pada PT. Primajaya Eratama yakni :

Sell side :

  • penjualan plastik pada umumnya dimulai dari Divisi Marketing yang menawarkan kepada customer, lalu customer memberikan spesifikasi plastik yang diinginkan, kemudian saling mencocokkan harga untuk diproses lebih lanjut.
  • bisa juga customer yang melihat iklan di berbagai media, kemudian menghubungi PT. Primajaya Eratama dan akhirnya dihubungkan ke bagian Marketing untuk diproses seperti pada point 1.

Buy side :

pemeriksaan persediaan dengan crosscheck terhadap schedule dari produksi dilakukan terlebih dahulu oleh bagian PPIC ( Planning Production and Inventory Control) untuk kemudian diserahkan ke bagian pembelian. Pembelian umumnya melalui supplier-supplier besar penyedia biji plastik, karena PT. Primajaya membutuhkan jumlah yang sangat besar untuk memproduksi plastik yang pesanannya sangat besar pula.

e-Procurement

pada PT. Primajaya Eratama belum diterapkan e-Procurement, disini saya akan mencoba menjelaskan nilai positif apa yang akan diperoleh PT. Primajaya Eratama bila menerapkan e-Procurement.

Buy side :

System akan bekerja secara otomatis dalam crosscheck production schedule dengan persediaan, dapat menganalisa penawaran bahan baku dari supplier yang terbaik, sampai kepada pemesanan juga pembayarannya. Hal ini tentunya juga bisa menekan jumlah karyawan pada bagian PPIC, dan pembelian, yang tentunya akan berujung pada pengurangan cost.

Sell side :

menurut pendapat saya dikarenakan pemesanan produk pada perusahaan manufaktur plastik pasti berupa Customized order, e-Procurement kurang dapat dimanfaatkan secara maksimal disini, dikarenakan pasti adanya nego spesifikasi, dan harga dari marketing dengan customernya. yang dapat dimanfaatkan dari e-Procurement disini adalah status pengiriman (delivery) dan pembayaran.

Problem?

tentu!. pada penerapan e-Procurement seperti ini, supplier dan customer tentunya juga harus ada system yang setidaknya mirip dengan system yang kita gunakan, disini tentunya sulit.

juga proses adaptasi dari penggunaan e-Procurement ini dari pihak PT. Primajaya Eratama, yang sebelumnya belum pernah menerapkan system seperti ini.

sekian, semoga bermanfaat bagi yang ingin mengetahui mengenai apa itu procurement maupun e-Procurement. Terima kasih.

April 29, 2009 Posted by | e-Business | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.